Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Pararaton, Alih Aksara & Terjemahan

Harga Rp25000
ISBN 978-979-3258-83-6
Penulis Agung Kriswanto
Penerbit WEDATAMA WIDYA SASTRA
Cetakan / Tahun Terbit 2009
Ukuran / Halaman 14 x 21 cm / 132
Berat Buku 180 Gram
Kategori Sastra
Sinopsis Pararaton merupakan salah satu karya sastra yang menjadi sumber sejarah kerajaan Singhasari dan Majapahit. Oleh sebab itu Pararaton dapat disebut sebagai karya sastra sejarah, yang di dalam khazanah sastra Jawa, karya sastra semacam ini sejenis dengan babad. Sebagai karya sastra, Paraton tidak dapat dijadikan sebagai sumber primer. Meskipun demikian data-data sejarah yang terkandung di dalamnya tidak dapat diabaikan begitu saja. Buku Pararaton Teks dan terjemahan ini bertujuan untuk mengenalkan kembali salah satu karya sastra lama kepada masyarakat.

DAFTAR ISI
Pendahuluan
Teks Pararton 19 L 600 Terjemahan

Bahasa, Sastra, dan Wanita

Harga Rp25000
ISBN 978-979-1012-42-3
Penulis Soenarjati Djajanegara
Penerbit BUKUPOP
Cetakan / Tahun Terbit 2010
Ukuran / Halaman 14 x 21 cm / 168
Berat Buku 200 Gram
Kategori Sastra
Sinopsis Buku ini terdiri dari 3 bagian, yang mencerminkan cakupan tiga bidang yang dikuasai oleh penulisnya. Bagian pertama terdiri dari beberapa esai tentang bahasa dan penerjemahan, yang menunjukkan kekayaan pengalaman penulisnya. Yang menarik dari bagian ini adalah contoh-contoh konkrit dan sehari-hari yang menunjukkan kesalahan-kesalahan yang cukup runyam, yang terjadi jika kita tidak memahami konteks budaya bahasa yang kita pakai. Bagian kedua adalah esai-esai yang berkaitan dengan sastra. Esai-esai ini penting bagi generasi muda perempuan yang saat ini sudah memasuki “gelombang ketiga”, ketika banyak kebebasan bagi perempuan bisa dinikmati begitu saja, sebagai hasil panen yang dihasilkan oleh gerakan-gerakan perempuan generasi sebelumnya. Bagian ketiga yang secara khusus berfokus pada wanita, umumnya berupa orasi dan pidato yang disampaikannya dalam berbagai kesempatan.

DAFTAR ISI

Bahasa

Aspek Sosial Budaya Pengajaran Bahasa Asing di Indonesia

On Some Difficulties in Translating Form English into Bahasa Indonesia

Pembakuan Lafal, Mungkinkah?

Penerjemahan Sebagai Sarana Penting dalam Usaha Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Indonesia

Sastra

Dari Marginal ke Mainstream: Perkembangan Penulis Wanita di Amerika

Feminist Literary Criticism and the Development of Human Resources

Kekuasaan, Korupsi, dan Kejujuran dalam Sastra Amerika

Kritik Sosial dalam Sastra Amerika

Patriarchal Values in Edith Wharton’s The Age of Innocence. A Feminist Perspective

Pengajaran Sastra Asing dan GBHN 1988

Pengajaran Sejarah dalam Kaitannya dengan Pengajaran Susastra

Wanita

Wanita dan Sastra Amerika

Peran Wanita di Negara Maju dan di Negara Berkembang

Perempuan Indonesia dan Peradaban Dunia

Wanita dalam Pembangunan: Tradisi dan Pelita IV

Wanita dan Bahasa

Lemahnya Dampak Gerakan Wanita Amerika Gelombang Kedua (1960-an) terhadap Gerakan Wanita Indonesia

Indonesia Tanda Yang Retak

Harga Rp30000
ISBN 979-96530-7-X
Penulis Tommy Christomy
Penerbit WEDATAMA WIDYA SASTRA
Cetakan / Tahun Terbit 2002
Ukuran / Halaman 14 x 20 cm / 211
Berat Buku 250 Gram
Kategori Sastra
Sinopsis
Indonesia seikat representasi yang kompleks dengan berbagai acuan dan interpretasi yang bergumpal-gumpal. Indonesia menjadi bermakna karena masyarakat pendukung kata itu telah melibatkan dirinya dalam proses semiosisnya yang panjang. Saking panjangnya proses semiosis yang dilewati kata itu, kita mulai lupa awal signifikasinya. Suatu hal yang wajar dalam setiap kebudayaan: sebuah interpretasi publik yang tahan lama dianggap sebagai salah satu “kebenaran”. Akan tetapi, di tempat lain, hal itu diterima dengan tangis dan darah. Indonesia: Tanda yang Retak tentu hanyalah sebuah wacana, yang mungkin akan menjadi kenyataan apabila dibiarkan berlarut-larut.

Buku ini mencoba merespon hal seperti itu: menyoal reproduksi dan fabrikasi makna yang beresiko. Beberapa tulisan dalam buku ini diilhami oleh pendekatan semiotik, baik yang strukturalis maupun pragmatis. Penulis-penulis yang berperan serta dalam buku ini adalah Prof. Dr. Benny H. Hoed, Manneke Budiman, M.A., Tommy Christomy, M.A., Junaidi, M.A., Dede Oetomo, PhD., Edwin Arifin, grad. Dipl., Moeflich Hasbullah, M.A., Effendi Kadarisman, PhD., Dr. Irmayanti M. Budiyanto, Jeffry, M.A., Frans A. Datang, M.A., dan Dr. Agus Aris Munandar.

Menyoal Sastra Marginal

Harga Rp25000
ISBN 979-3258-27-6
Penulis Ibnu Wahyudi
Penerbit WEDATAMA WIDYA SASTRA
Cetakan / Tahun Terbit 2004
Ukuran / Halaman 16 x 24 cm / 180
Berat Buku 250 Gram
Kategori Sastra
Sinopsis Topik yang bersinggungan dengan “sastra marginal” seringkali disebut pula dengan “sastra pinggiran”, “sastra pedalaman”, dan semacamnya sempat ramai dan semarak pada pertengahan tahun 1990-an. Tentu ada pemicunya; dan itu tidak lain, salah satunya, adalah hadirnya penerbitan jurnal yang bernama Revitalisasi Sastra Pedalaman dan perbincangan seputar atau yang mengikutinya. Sejumlah orang telah terlibat dalam putaran perdebatan mengenai topik ini, dan sekian perdebatan telah digelar hingga akhirnya terminologi “sastra pedalaman” sendiri kelihatan gamang dalam perjalanannya. Begitu pun dengan “sastra marginal”, berulang kali telah diperbincangkan tetapi berulang kali pula sekian kemungkinan dan permasalahan masih terus menghadang.

Buku ini membahas pembicaraan mengenai:

(a) kedudukan dan peranan sastra marginal di masa lalu, masa kini, dan di masa yang akan datang,

(b) sastra marginal dan industrialisasi,

(c) sastra marginal sebagai sastra alternatif, dan

(d) sastra marginal dalam masyarakat majemuk. Di antaranya terdapat pembicaraan yang mengarah ke suatu dialektika, ke suatu perbincangan yang menyodok-nyodok dan mudah-mudahan tidak sekedar menohok tetapi juga mencerahkan.

Metodologi Penelitian Sastra Bandingan

Rp55000
ISBN 978-979-1012-43-0
Penulis Suwardi Endraswara
Penerbit BUKUPOP
Cetakan / Tahun Terbit 2011
Ukuran / Halaman 14 X 20 cm / xi + 235 Halaman
Berat Buku 280 Gram
Kategori Sastra

SINOPSIS
Membandingkan dua karya sastra atau lebih memang terkesan sulit. Selain karena masing-masing karya sastra memiliki ciri khas tersendiri, seorang peneliti sastra bandingan juga harus mempunyai bekal pengetahuan mengenai sastra, sejarah, bahasa, dan teori sastra.

Karya sastra lahir dari "Mata rantai" yang panjang, dan istilah sastra bandingan sudah dikenal sejak zaman sastra lisan. Oleh karena itu dibutuhkan ketelitian, paradigma yang jelas, perpektif yang tajam, dan metode yang tepat dalam membandingkan karya sastra, karena bukan tak mungkin terdapat "pengaruh" antar karya sastra yang berbeda.

Disertai dengan pembahasan mengenai berbagai hal dalam bandingan sastra, buku in juga menyajikan beberapa analisis bandingan terhadap karya sastra, baik dalam skala nasional maupun dunia. Disinilah diasumsikan bahwa selalu terjadi persentuhan antara karya sastra yang tak mengenal batasan ruang dan waktu.

DAFTAR ISI
Memandang Batu-Batu

Bab I Hakikat

      1. Apa dan bagaimana

      2. Mengapa (Harus)

      3. Asumsi

Bab II Sejarah

      1. Aliran

      2. Sejarah dan toko perintis

      3. Tradisi barat dan timur

      4. Perjalanan di indonesia

      5. Antara sastra lisan dan sastra modern

Bab III Antara sastra nasional, sastra dunia, dan sastra umum

      1. Sastra dunia dan sastra umum

      2. Bayang-bayang sastra nasional dan sastra dunia

      3. Sastra umum dan sastra nasional

Bab IV Ruang lingkup penelitian

      1. Bidang penelitian

      2. Kompleksitas

      3. Materi dan unsur

Bab V Ontologi

      1. Sastra bandingan dan bandingan sastra

      2. Problematik dan target

      3. Perspektif totalitas pemahaman sastra

      4. Universalisasi sastra, mungkinkah?

Bab VI Epistemologi

      1. Epistemologi

      2. Hermeneutik, Fenomenologi, dan relativitas sastra

      3. Realita, fakta, dan data

      4. Pembuktian dan kata kunci

Bab VII Aksiologi

      1. Sastra bandingan sebagai ilmu

      2. Falsafah ilmu

      3. Menuju sastra, kritik, dan teori sastra

Bab VIII Metode penelitian

      1. Perspektif dan bekal penelitian

      2. Menemukan objek dan subjek

      3. Persyaratan objek dan subjek penelitian

      4. Pengumpulan data

      5. Pendekatan dan model

      6. Analisis

Bab IX Interdisipliner

      1. Saatnya sastra membuka mata

      2. Alternatif

      3. Sastra bandingan dan cross-cultural

Bab X Penelitian intertekstual dan intratekstual

      1. Bentuk bandingan intertekstual dan intratekstual

      2. Teori penelitian intertekstual

      3. Intertekstualitas menemukan barisan teks lain

      4. Epigon, plagiat, dan terjemahan sastra

      5. Perdebatan generik : memehami epigon, plagiat, dan terjemahan

Bab XI Keterjalinan teks dan konteks

      1. Antara sastra melayu, jawa, dan indonesia

      2. Antara sastra jawa, sunda, dan bali

      3. Pengaruh timbal balik sastra indonesia dan jawa.

Sastra Propaganda

Harga Rp34000
ISBN 978-979-1012-43-0
Penulis Suwardi Endraswara
Penerbit BUKUPOP
Cetakan / Tahun Terbit 2011
Ukuran / Halaman 14 X 20 cm / xi + 235 Halaman
Berat Buku 280 Gram
Kategori Sastra
Sinopsis Analisis akademik atas sejumlah cerita pendek (cerpen) yang termuat pada Djawa Baroe dan Pandji Pustaka, dua majalah yang terbit pada masa pendudukan Jepang (1942–1945). Banyak orang menduga bahwa sastra pada masa pendudukan Jepang mengalami sensor ketat oleh pemerintah pendudukan Jepang dan merupakan sastra propaganda. Namun, ternyata, analisis Sunu Wasono atas sejumlah cerpen Indonesia yang dimuat dalam Djawa Baroe dan Pandji Pustaka menunjukkan bahwa sensor tidaklah ketat dan cerpen-cerpen itu tidak dapat dikategorikan sebagai sastra propaganda; bahkan tidak menyingung program pemerintah pendudukan. Buku ini merupakan pengembangan tesis penulis di Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

Sastra dan Kekuasaan Pembicaraan atas Drama Karya W. S. Rendra

Harga Rp38000
ISBN 978-979-3258-64-5
Penulis M. Yoesoef
Penerbit WEDATAMA WIDYA SASTRA
Cetakan / Tahun Terbit 2007
Ukuran / Halaman 14 x 20 cm / 227
Berat Buku 300 Gram
Kategori Sastra
Sinopsis Karya sastra adalah wahana sastrawan untuk menuangkan gagasan-gagasannya secara estetik. Gagasan itu disampaikan tidak secara eksplisit, karena karya sastra berbicara melalui alat-alatnya sendiri. Namun, ketika karya sastra dijadikan alat semata-mata untuk kepentingan propaganda politik, maka nilai kesastraannya menjadi berkurang. Max Adereth mengemukakan bahwa propaganda politik melalui karya sastra tidak ubahnya seperti letusan pistol di tengah-tengah sebuah pertunjukkan.

Drama-drama karya W.S. Rendra tidak seperti yang diibaratkan Adereth, karena Rendra memahami benar apa hakikat karya sastra; dan dengan kekuatan bahasa serta alat-alat sastra ia menghadirkan berbagai persoalan sosial, ekonomi, politik, dan budaya dengan tetap bertumpu pada pengucapan estetik.

Analisis yang memfokuskan pada aspek kekuasaan atas drama-drama karya W.S. Rendra dalam buku ini membuka sebuah pemandangan tentang wajah Indonesia dalam era Orde Baru yang gencar melakukan pembangunan di segala bidang. Dampak dari pembangunan itu seharusnya mengacu pada berbagai kepentingan rakyat, tetapi tidak seditik ekses pembangunan justru merugikan dan/atau memperdaya rakyat secara sistematis. Di sinilah drama-drama karya Rendra menunjukkan nilainya: karya-karya itu memberi kesadaran kritis kepada rakyat bahwa sedang terjadi sesuatu di sekeliling mereka. Untuk itu, Rendra mengajak kita merenung melalui bait-bait berikut:

aku mendengar suara jerit hewan yang terluka ada orang memanah rembulan ada anak burung terjatuh dari sarangnya orang-orang harus dibangunkan kesaksian harus diberikan agar kehidupan bisa terjaga.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Toko Buku KutuBuku - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger